Tesis Hukum Kesehatan

Tesis Hukum KesehatanTesis diperuntukkan bagi mahasiswa Trimester Keempat , sebagai tambahan wawasan serta pengalaman yang praktis. Sehingga, nantinya mahasiswa pun akan mendapatkan pengetahuan komprehensif sebagai bekal bekerja usai menyelesakan program perkuliahan mereka. Setelah melaksanakan pengujian tesis, maka ada banyak manfaat yang diperoleh oleh mahasiswa, yang diantaranya adalah :

  1. Peningkatan knowledge dan skill praktis untuk bidang-bidang tertentu yang ditekuni selama mengikuti perkuliahan
  2. Memanfaatkan independensi kampus untuk melakukan kerja Tesis bagi mahasiswanya di sejumlah perusahaan/Pemerintahan

Bicara mengenai hukum kesehatan sendiri tidak lengkap rasanya jika kita tidak mengerti definisi yang sebenarnya. Hukum kesehatan ialah aturan-aturan dalam kesehatan .Etika berbicara mengenai aturan-aturan, norma dan tata cara dalam berbuat sesuatu kepada seseorang atau sekelompok orang tergantung jenis profesinya. Pada situasi ini, berkaitan erat dengan orang-orang yang memiliki keterlibatan di dalam pelayanan kesehatan. Hukum sendiri adalah peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh suatu kekuasaan dalam mengatur pergaulan hidup dalam masyarakat agar masyarakat bisa hidup dengan teratur.

Untuk membuat tesis hukum kesehatan, tentunya mahasiswa memerlukan sejumlah referensi untuk mempermudah. Penyusunan tesis sendiri memerlukan waktu yang tidak sebentar sehingga mahasiswa pun memerlukan banyak sumber referensi agar penyusunan tesis nantinya sempurna dan mudah diterima oleh penguji maupun masyarakat. Di bawah ini ada beberapa contoh judul tesis hukum kesehatan yang pernah diujikan yang bisa anda jadikan sumber referensi untuk mempermudah anda dalam menentukan ide dan topik tesis hukum kesehatan yang akan anda buat.

  • PERLINDUNGAN HUKUM MENGENAI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM PERJANJIAN KERJA (Studi Pada CV. Aneka Usaha Cabang Medan)
  • Analisis Faktor Risiko Lingkungan Dan Perilaku Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Leptospirosis Berat
  • Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare balita dikabupaten
  • Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan dokter dalam penulisan resep sesuai dengan formularium rumah sakit umum
  • Wanprestasi Dalam Perjanjian Terapeutik Di Rumah Sakit Umum Daerah (rsud) Dr. Moewardi Surakarta
  • Evaluasi Praktik Keperawatan Berdasarkan Kaidah Asuhan Keperawatan Di Kabupaten Indramayu

Contoh proposal kesehatan

Contoh proposal kesehatan banyak tersedia di katalog kami. Berikut ini kami sajikan salah satu contoh proposal kesehatan yang sangat efektif digunakan sebagai referensi penulisan proposal skripsi anda. Proposal kesehatan merupakan suatu karya ilmiha yang digunakan sebagai prasyarat untuk mengajukan sebuah skripsi. Biasanya tema proposal sangat berkaitan dengan sesuatu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan maupun ilmu kedokteran.

Saat ini program studi ilmu kesehatan masyarakat sangat digandrungi oleh kalangan mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh tingginya minat mahasiswa terhadap ilmu kesehatan. Disamping itu, permintaan dalam dunia kesehatan baik itu di rumah sakit ataupun badan kesehatan lainnya juga sangat tinggi sehingga ilmu kesehatan sangat diminati oleh mahasiswa.

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan Pasal 3 menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dalam Pasal 5 disebutkan bahwa setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meingkatkan derajat kesehatan perseorangan, keluarga dan lingkungannya. Sementara itu, undang-undang  Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menyatakan bahwa pemerintah didukung oleh peran serta masyarakat wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak, agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal.

Posyandu merupakan wujud peran serta masyarakat dalam peningkatan dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak, peningkatan status gizi masyarakat, keluarga berencana, imunisasi, dan penanggulangan diare serta penyakit menular lainnya. Upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) ini dapat menjadi pusat kewaspadaan dini dan pencegahan masalah kesehatan, melalui peningkatan surveilans gizi dan penyakit serta penyehatan lingkungan oleh masyarakat sendiri yang selanjutnya tidak perlu diulang lagi. Pembagian kriteria Posyandu dalam bentuk strata akan lebih memudahkan petugas kesehatan dalam menilai status gizi balita di suatu wilayah, kerena dalam pengelompokkan tersbut posyandu dikriteriakan berdasarkan cakupan pelayanan, serta jenis kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan stratanya Posyandu dikriteriakan menjadi : 4 kategori, yaitu pertama, madya, purnama, mandiri. Dari 4 strata tersebut, strata terendah adalah pratama, dimana jumlah kadernya kurang dari 5, frekuensi penimbangan kurang dari 8 kali, sedangkan strata tertinggi adalah mandiri, dengan jumlah kader lebih dari 5, kegiatannya secara rutin setiap bulan, cakupan program utama lebih dari 50%, ada kegiatan program tambahan dan cakupan dana sehat sudah melebihi dari 50% kepala keluarga. Pada Posyandu dengan strata tinggi diharapkan sudah tidak ditemukan lagi adanya balita gizi buruk.

Berdasarkan data DEPKES RI, diketahui pravalensi balita gizi buruk pada tingkat nasional sebanyak 1,88%, sedangkan berdasarkan data di Propinsi Jawa Tengah kasus gizi buruk sebanyak 2,06%. Sementara itu di Kabupaten Purworejo pravalensi gizi buruk sebanyak 0,80% (396 balita dari 49497 balita yang ada), angka ini dinilai relatif tinggi. Berdasarkan pra survai peneliti bulan desember 2005 ditemukan pravalensi gizi buruk di Puskesmas Mranti sebanyak 1,6% (42 balita da 2575 balita). Dari 42 balita tersebut ternyata penyebarannya ada di semua strata posyandu, baik purnama, madya maupun mandiri. Berdasarkan laporan bulanan diperoleh jumlah Posyandu di Puskesmas Mranti Kabupaten Purworejo sebanyak 61 Posyandu, yang terdiri dari Posyandu Pratama tidak ada, Posyandu Madya 33, Posyandu Purnama 17, Posyandu Mandiri 11.

Sebenarnya keberadaan Posyandu memberikan langkah kontribusi terhadap perhitungan status gizi, karena dalam Posyandu ada sejumlah kegiatan seperti; PMT (Pemberian Makanan Tambahan) pada balita, pengawasan pertumbuhan balita, penyuluhan gizi dan kesehatan, jumlah kader, pendidikan kader, lama menjadi kader, status kader, promosi kesehatan. Akan tetapi berdasarkan data-data yang diperoleh peneliti di dapatkan hasil gizi buruk menyebar di seluruh strata Posyandu.

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti apakah ada hubungan strata Posyandu dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Mranti Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

 

 B.     Perumusan Masalah

Apakah ada hubungan Strata Posyandu dengn Status Gizi Balita di wilayah kerja Puskesmas Mranti Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ?

 C.    Manfaat Penelitian

1. Sebagai masukan kepada Puskesmas Mranti Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, agar lebih meningkatkan mutu Posyandu, agar dapat mengurangi terjadinya gizi buruk pada balita, khususnya balita yang berada di desa Mranti.

2. Untuk Akademik

Sebagai bahan sumbangan ilmu pengetahuan tentan Posyandu bagi Fakultas Kesehatan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

3. Untuk Peneliti

Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan peneliti tentang Posyandu dalam meningkatkan status gizi pada balita.

D.    Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum penelitian ini adalah :

Mengetahui Hubungan Strata Posyandu dengan Status Gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mranti Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

2. Tujuan Khusus penelitian ini adalah :

a. Mengetahui distribusi frekuensi strata Posyandu di wilayah kerja Puskesma Mranti Kabupaten Purworejo Jawa Tengah

b. Mengetahui status gizi balita di Posyandu Puskesmas Mranti Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

c. Mengetahui hubungan strata Posyandu dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Mranti Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.